Baterai Mobil Listrik Tenaga Surya

Jika selama ini mobil listrik mendapat tenaga yang berasal dari isi ulang baterai yang dilakukan dengan listrik biasa, maka lainnya halnya dengan mobil listrik yang satu ini. Alih-alih menggunakan listrik biasa, baterai pada mobil yang satu ini bisa diisi (charge) dengan energi matahari.

Mobil listrik tersebut diberi nama ‘P-MOB’ yang merupakan singkatan dari Integrated Enabling Technologies for Efficient Electrical Personal Mobility. Mobil ini merupakan sebuah hasil pengembangan yang didanai oleh Komisi Eropa, dimana para perancangnya terdiri dari para insiyur hebat yang bekerja di beberapa perusahaan terkemuka. Diantaranya yaitu : insinyur Siemens dari Jerman, Mazel dari Spanyol, IFEVS, Polimodel dan Fiat dari Italia, serta Magnomatics dan Universitas Sheffield dari Inggris.

P-MOB diklaim sebagai mobil listrik paling ramah lingkungan karena tenaga untuk mengisi baterainya bisa dipasok dari sinar matahari. Seperti yang diketahui, sebuah mobil listrik baru dikatakan sebagai mobil ramah lingkungan jika listrik yang digunakan untuk mengisi ulang (charge) daya baterainya juga berasal dari pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Jika sumber listrik yang digunakan berasal dari pembangkit listrik yang menghasilkan polusi, maka mobil tersebut tetap tidak pantas disebut sebagai kendaraan ramah lingkungan. Atas dasar itulah maka klaim para perancang P-MOB yang menyebut mobil ini sebagai mobil paling ramah lingkungan rasanya bisa dikatakan mendekati kebenaran.

Untuk menyerap energi matahari yang dibutuhkan, P-MOB telah dilengkapi panel surya mono-crystalline yang mampu menyesuaikan diri jika ada cahaya yang terhalang di sebagian panel photovoltaic maupun jika terjadi kegagalan fungsi di antara sel-sel panel surya itu sendiri. Namun mengingat keterbatasan energi matahari yang tidak selalu ada ketika dibutuhkan, maka pada prakteknya baterai P-MOB tetap dapat diisi ulang menggunakan sumber kelistrikan reguler/biasa.

Mobil ini disokong dua motor dan dua diferensial yang masing-masing bertugas membagi daya ke poros depan dan belakang sehingga memberikan kemampuan sistem penggerak empat roda (4WD). Sistem tersebut mampu meningkatkan pengendalian di tikungan, kontrol traksi yang lebih baik dan memungkinkan setiap motor bekerja pada puncak efisiensi sesuai kondisi pengendaraan. Mobil ini juga telah memanfaatkan sistem pemulihan energi kinetik saat melakukan pengereman.

Dari uji coba yang dilakukan di trek Fiat di Turin, Itala, mobil listrik P-MOB bisa menjangkau jarak 20 km dengan hanya menggunakan daya yang dihasilkan dari solar sel-nya. Sayangnya tidak dijelaskan berapa kecepatan yang digunakan ketika P-MOB dijalankan untuk menempuh jarak 20 km tersebut. Kecepatan maksimal yang dicapai mobil ini juga dikatakan bisa menyentuh angka 100 km/jam.

Mobil listrik P-MOB menggunakan bodi serat karbon sehingga memiliki bobot kurang dari 600 kg (tanpa baterai). Konsumsi energi yang dimilikinya diklaim berkisar 80 Watt jam/kilometer. Alhasil ini menjadikannya 30 persen lebih aerodinamis dibandingkan kendaraan lain dengan dimensi yang sama. Di dalam kabin, P-MOB hanya memiliki 2 tempat duduk yang bisa digunakan untuk menampung 1 pengemudi dan 1 penumpang.

Saat ini masih belum ada kejelasan pasti terkait kapan mobil ini akan diproduksi secara massal. Namun dengan teknologi yang diusungnya, dapat dipastikan mobil ini bakal dibanderol dengan harga yang cukup tinggi jika nantinya benar-benar dijual.