Kenali Siasatnya Agar Tubuh Tetap Fit Selama Perjalanan Mudik

Lebaran dan mudik seolah sudah menjadi 2 hal penting yang tidak dapat terpisahkan lagi. Segenap keluarga Indonesia berbondong-bondong turun ke jalan raya untuk melakukan perjalanan yang terkadang sangat jauh dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Khusus bagi Anda yang berniat untuk melakukan perjalanan mudik dengan mengendarai mobil pribadi, ada baiknya Anda memahami beberapa siasat atau trik agar perjalanan jauh yang menjenuhkan bisa diantisipasi dan menjadikannya sebagai perjalanan mudik yang nyaman, aman dan tenang.

Pada dasarnya sebelum berangkat untuk menempuh perjalanan jauh, tidak hanya kondisi kendaraannya saja yang penting untuk dipersiapkan, tapi juga manusia di dalamnya. Menurut Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) – Jusri Pulubuhu, perjalanan pulang ke kampung halaman saat Lebaran tidak bisa disamakan dengan perjalanan di hari biasa.

“Waktu tempuh untuk menuju suatu daerah bakal bertambah dua hingga tiga kali lipat akibat menyemutnya kendaraan roda dua dan empat di jalur-jalur mudik. Untuk ke Cilacap saja yang biasanya 10 jam bisa menjadi 26-28 jam,” tukas Jusri Pulubuhu.

Karena itulah, selain mempersiapkan mobil, stamina pemudik sebelum mulai berkendara juga mesti dijaga. Berikut ini beberapa alternatif gaya hidup yang bisa diterapkan untuk menjaga stamina tubuh selama perjalanan mudik ala Jusri Pulubuhu :

1. Istirahat yang Cukup

Istirahat merupakan salah satu poin terpenting untuk menjaga stamina tubuh agar tetap fit di kala menjalankan aktivitas perjalanan mudik. Pintar-pintarlah mengatur tempo istirahat yang cukup. Hal ini menurut Jusri penting terutama karena di bulan Ramadan biasanya waktu umat Muslim harus terbagi untuk bangun sahur, bekerja, maupun ibadah seperti Salat Tarawih.

Sebagai ‘siasat’ untuk tetap bugar sepanjang perjalanan, pengendara sebaiknya minggir dan beristirahat sejenak setiap dua jam, baik untuk melakukan power nap (tidur singkat) selama 15 menit ataupun mengendurkan otot-otot yang kaku akibat posisi duduk terlalu lama. Power nap ini penting untuk memulihkan stamina. Jangan lebih dari 15 menit. Kalau tidak, tubuh akan meminta tidur terus.

2. Perhatikan Asupan Makanan

Jusri menyarankan agar asupan makanan dengan unsur protein dan lemak lebih diperbanyak daripada karbohidrat. Perbanyak mengonsumsi minuman seperti sari buah dan air putih karena jika kandungan air (dalam tubuh) kurang, bisa dehidrasi dan mempengaruhi ketahanan tubuh.

3. Pastikan Anda Membawa Obat

Jangan lupa juga membeli dan membawa obat-obatan antisipatif seperti obat demam, analgesik, hingga obat antimabuk. Khusus bagi yang punya penyakit berat sebaiknya sebelum berangkat konsultasi ke dokter dan bawa obat-obatan resep.

4. Kenali Jam Biologis Tubuh

Kapankah saat yang tepat untuk berangkat mengawali perjalanan mudik Lebaran? Jusri menyarankan agar Anda melakukannya pagi hari setelah Subuh. Sebabnya tak lain adalah untuk menyesuaikan aktivitas silaturahmi jarak jauh tersebut dengan jam biologis tubuh.

“Lalu jam berkendara yang harus diperhatikan adalah antara pukul 10 pagi hingga pukul tiga sore. Ini karena setelah pukul 10, stamina kita mulai menurun dan proses ini akan menjadi signifikan setelah pukul 12. Baru sehabis pukul 15 perlahan naik lagi,” paparnya.

Lantas, berapa lama daya tahan rata-rata manusia untuk mengemudi secara konstan dan fokus? “Durasi mengemudi kalau tidak puasa itu 10 jam. Kalau sedang puasa, enam sampai delapan jam,” lontar Jusri.

Dengan menerapkan 4 tips perjalanan mudik di atas, selain bisa membuat perjalanan menjadi lebih nyaman, juga bisa membuat tubuh Anda tetap bugar ketika sampai di tujuan. Tentunya Anda tidak ingin khan, waktu di kampung halaman yang seharusnya digunakan untuk bersilaturahmi justru habis hanya untuk beristirahat dikarenakan tubuh Anda sangat kelelahan.

Tags: ,