Motor Antik Milik Rudi Rubiandini yang Disita KPK

KPK menyita uang dan beberapa barang lainnya milik Rudi, yang dianggap sebagai barang bukti. Yang menarik, diantara beberapa barang bukti tersebut ada satu benda yang paling banyak perhatian banyak pihak. Benda tersebut tak lain adalah sebuah motor antik yang diduga sebagai bagian dari suap yang diterima Rudi.

Sepeda motor antik yang dimiliki oleh Rudi tersebut merupakan sebuah motor gede (moge) klasik yang berasal dari keluarga BMW yakni BMW R51. Dengan menggunakan nomor polisi B 3946 FT, sepeda motor dengan dua silinder horizontal itu tampaknya sudah dimodifikasi. Hal itu terlihat dari penambahan tudung lampu depan dengan beberapa pernak-pernik. Catnya pun mengkilap dengan kombinasi garis putih dari tangki hingga sepatbor belakang.

Meskipun KPK belum secara resmi memberikan informasi apakah sepeda motor itu termasuk dalam perkara suap, namun KPK tetap menyimpan kendaraan antik itu di depan lobi lantai dasar Gedung KPK, yang terletak di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Berita yang beredar mengatakan bahwa motor antik milik Rudi tersebut merupakan pemberian pihak swasta, Simon Gunawan. Simon memberikan motor ini ke Deviardi, yang biasa disapa Ardi. Kemudian Ardi memberikan motor ini lengkap dengan BPKB-nya kepada Rudi di kediaman Rudi di Jl Brawijaya VIII Jakarta Selatan, tepat beberapa saat sebelum pihak KPK melakukan penangkapan.

Moge klasik BMW R51 pada dasarnya merupakan salah satu model motor BMW yang menjadi bagian dari R Series. BMW R51 diproduksi pertama kali pada tahun 1951 bersama model lainnya seperti R67 dan R68. Proses produksi BMW R51 sendiri berakhir pada tahun 1955.

Motor yang menjadi incaran para kolektor moge klasik ini dijejali mesin OHV 4 tak 500cc boxer flat twin yang mampu memuntahkan tenaga hingga 24 hp. Dalam kondisi prima, R51 bisa dipacu hingga kecepatan 135 km/jam.

Sama seperti BMW seri R52, motor ini termasuk varian motor BMW yang paling langka di Indonesia, sejak kehadiran motor BMW di tanah air lewat jalur khusus pada era 1950-an. Motor ini menjadi cukup diminati karena desainnya yang sangat antik dan ber-cc besar. Motor ini juga dikenal dengan sespan penumpang samping khasnya yang menjadi ciri dari motor-motor klasik. Jika memiliki sespan, kecepatannya maksimalnya berkurang menjadi hanya sekitar 95 km/jam saja.

Sejumlah sumber memperkirakan bahwa motor serupa hanya ada dua unit saja di Tanah Air dalam wujud R51 atau R52. Harga pasarannya juga bervariasi mengingat ini adalah sebuah motor koleksi yang langka dan tidak sembarangan.

Khusus untuk motor BMW milik Rudi, KPK sempat mengutarakan pendapat awal bahwa harga motor tersebut berkisar sekitar Rp 30 juta. Namun di mata penggemar BMW atau sepeda motor klasik, taksiran harga tersebut dianggap terlalu murah.

Banyak yang berpendapat rasanya hampir tidak mungkin jika BMW keluaran tahun 1955 tersebut dijual dengan harga Rp 30 juta. Bahannya (kondisi rusak dan tidak terawat) saja bisa dihargai Rp 75 juta-Rp 100 juta. Apalagi kalau sudah rapi dan semuanya asli, bisa mencapai Rp 125 juta-Rp 175 jutaan. Moge milik Rudi contohnya, dengan kondisi mulus dan telah direstorasi serta dijejali beragam variasi, harganya diprediksi bisa mencapai ratusan juta.

Tags: , ,